Saya bertanya-tanya.. eng-ing-eng..

Tuhan, Adam dan Hawa
Inspired by: Paulo Coelho

 

Apakah manusia menyadari betul atas keberadaannya di muka bumi? Secara sederhana, dijelaskan oleh-Nya eksistensi manusia di bumi dimulai ketika Adam dan Hawa ditendang diturunkan dari firdaus karena telah memakan buah pengetahuan. Penceritaan yang begitu dangkal terus diterima dengan mudah oleh umat manusia selama beratus-ratus tahun dan terus dikumandangkan oleh ahli-ahli agama di seluruh dunia kepada pengikut-pengikutnya. Sekalipun begitu, tak ada satu orang pun yang menyebutkan sisi kelemahan ‘cerita’ ini selain kebodohan Adam dan Hawa yang seenak jidat makan buah pengetahuan. Entah karena demi kesempurnaan penuh Tuhan di mata pengikutnya atau dianggap tak begitu penting untuk dibahas.

Tuhan menurunkan Adam dan Hawa atas pelanggaran yang sepertinya memang diharapkan oleh-Nya. Bila Ia tidak ingin sesuatu yang menurut-Nya merugikan terjadi pada Adam dan Hawa, mengapa Ia menciptakan pohon pengetahuan? Bila memang beralasan pun, mengapa pohon tersebut diletakkan di dalam surga, bukan di luar? Dan bukankah karena Tuhan yang mengatakan tentang buah pengetahuan sehingga Adam dan Hawa tertarik untuk melihat dan memakannya? Semua kesengajaan ini sepertinya memang bertujuan untuk mengeluarkan Adam dan Hawa. Bahkan, bila Tuhan tidak bermaksud begitu pun, nampak seolah-olah Ia melarang Adam dan Hawa untuk mengenal pengetahuan, yang dianggap seperti dosa.

Jadi.. apa benar kita semua bisa di sini, di bumi, karena kesalahan Adam dan Hawa?? Apakah sebuah keinginan untuk mengetahui rasa pengetahuan benar dianggap kesalahan? Atau.. memang sebenarnya sudah diatur bahwa manusia seharusnya tinggal di bumi? Hanya Tuhan yang tahu :)

3 Responses so far »

  1. 1

    Dimashusna said,

    Karena ga ada prasasti atau situs atau informasi akurat lain yang bisa diterima tentang Adam dan hawa maka kita hanya bisa mengandalkan informasi dari agama (Al- Qur’an atw hadis).
    sepemahaman saya dari koarnya para da’i yang menggunakan Al-Qur’an sbg dalil maka sesungguhnya bisa diyakinkan bahwa Memang Adam diturunkan ke bumi sudah Grand Desain Tuhan.
    Tanpa memakan Buah Khuldi pun Adam dan Hawa pasti diturunkan ke bumi ini.
    kalo bhs Qur’annya gini :
    وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُواْ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاء وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ
    Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
    Di atas jelas kalimat bahwa Alloh akan menjadikan manusia sbg khlifah di bumi, bukan di surga ataw tempat2 lain.
    Dialog di atas terjadi ketika Adam sebelum diciptakan.
    Sekian pemahaman Saya, swear saya ga bisa ngejelasin lebih.

  2. 2

    wadehel said,

    Mmmmh, tar… saya tanyain dulu sama Tuhan.

    Sementara beliau belum menjawab, kita pegang dulu anggapan Pokoknya pendapat Ulama™ yang paling benar.

  3. 3

    manusiasuper said,

    Mau nyoba ngajak perang atau apa neh?


Comment RSS · TrackBack URI

Say your words